Pandangan Gus Muwafiq Tentang Seni

Ilustrasi Foto (Gus Muwafiq bersama reporter detik, detik.com)

Penulis: Redaksi


Atorcator.Com – Kiai yang dikenal dengan rambut gondrong, peci hitam tinggi, kiai yang cukup
papuler di kalangan Nahdliyyin, sudah malang melintang dalam berdakwah ke Nusantara, dakwahnya yang ceplas-ceplos penuh humor tapi begitu substantif, ternyata
memiliki jiwa seni yang sangat tinggi dan bahkan beliau sangat senang dan hobi
main gitar. Beliau menilai bahwa gitar lebih unik dari alat musik sehingga
beliau begitu terpikat untuk main gitar.

“Iya itu sejak 1980-an. Melihat orang nyanyi itu biasa
karena saya juga bisa qiro’ah, salawatan. Menggebug drumb dan menekan tuts
organ juga gak aneh, tapi kok gitar dipetik-petik gitu bisa bunyi,” kata
Gus Muwafiq mengisahkan asal-mulanya dia suka main gitar, seperti dilansiri
oleh detik.com

Memang kiai yang satu ini memiliki kebiasan unik dalam perjalanan hidupnya. Tidak heran, jika konon, di pondoknya, beliau begitu tertarik dengan konser musik. Karena saking tertariknya dan sukanya beliau harus secara diam-diam untuk bisa nonton seni musik. Ya, mungkin tidak bedanya dengan santri sekarang ketika sudah mendengar informasi Nella Karisma dan Via Vallen, pakaiannya mudah ditebak, sarung berlapis celana.

Beliau sangat welcome dengan adanya seni musik, seperti gitar yang banyak digemari anak muda sekarang. Sehingga tidak heran, jika anak-anak muda juga senang punya kiai
yang cukup terbuka dan progresif dengan perkembangan zaman.

Jika ada sebagian orang menyebut bahwa ada seni islami, seni
non islami. Bagi beliau (Gus Muwafiq) seni itu ada sejak awal peradaban Islam. Soal
penyebutan bahwa seni itu sebagai seni Islam biasanya karena yang memainkan
atau menciptakannya kebetulan beragama Islam. Begitu juga yang mengaitkan 
seni dengan gender. Ungkapnya seperti yang
dilansir dari detik.com


“Seni ya seni, tak ada itu seni Islam atau
apa. Seni itu tak punya agama, tak punya jenis kelamin,” kata Gus Muwafiq
menegaskan kepada reporter detik.com

Related Posts