Rambut Beragama

Opick yang katanya membawa rambut Rasulullah
Penulis: Budi Setiawan

Atorcator.Com –
Beragama itu pakai otak. Hingga ayat-ayat dalam kitab suci bukanlah
sekumpulan cerita sihir Harry Potter. Dan Tuhan kau tidak gambarkan sebagai
sosok yang maha cemburu, pemarah dan suka menghukum.
BONTOT HARUS
TAHU DIRI
Dengan otak,
kita akan paham bahwa Al Quran berisikan petunjuk bagaimana Muslim berperilaku
di muka bumi dan perjalanan sejarah umat-umat terdahulu. Umat Kristen dan
Yahudi.
Jadi dikatakan
Islam sebagai penyempurna agama sebelumnya, itu tidaklah salah. Sejauh Muslim
tidak memburuk-burukkan agama terdahulu. Justru sebagai agama paling bontot,
Muslim harus memegang teguh prinsip dasar Islam yakni Rahmatan lil alamin.
Pembawa kedamaian di muka bumi ini.
BINATANG AJAIB
1000 BULAN
Itu jika kita
mempergunakan akal dalam ber Islam. Akal akan mengantarkan kita pada pemahaman
bahwa tidak ada binatang ajaib di muka bumi ini.
Burung ababil
dalam surat Al Fiil adalah kiasan bahwa tentara Abrahah diserang wabah cacar
hingga tubuhnya penuh korengan hingga batal menyerang Mekah. Bukan karena
burung ajaib yang membawa batu panas dari neraka.
Dengan otak dan
akal, kita makin paham bahwa Lailatul Qadar bukan sekedar mencari berkah berbau
mistis. Melainkan pemahaman bahwa Al Quran adalah sumber pijakan ilmu
pengetahuan yang jika dikembangkan menjadi temuan, hasilnya akan melebihi dari
1000 bulan. Yang langgeng sepanjang masa. Berguna bagi segenap jagad dan
manusia.
AKAL
KEBANGKITAN
Dengan akal
kita juga paham bahwa yang dibangkitkan pada Hari Akhir bukan manusia yakni
paduan antara raga dan nyawa. Nyawa atau roh itulah yang menempati surga atau
neraka. Bukan kita sebagai manusia.
Karena jika
pakai otak, tidaklah mungkin Tuhan kumpulkan milyaran manusia untuk dihitung
pahala dan dosanya. Tempat kumpulnya dimana ndul? Gak mungkin orang bangkit
dari kuburnya serentak meski sudah dimakamkan ribuan tahun.
Manusia adalah
reprentasi alam fana. Tidaklah mungkin sesuatu yang fana dibangkitkan lagi
kemudian dimatikan lagi. .
Dengan otak
kita, maka kita tahu bahwa agama adalah nutrisi roh kita. Roh harus kita beri
asupan rohani yang baik melalui perilaku welas asih dan mencintai sesama apapun
ras dan agamanya.
Asupan yang
baik akan menjadikan roh bebas menggerakkan cita rasa hingga kita bisa
merasakan enaknya makanan. Membuat kita punya keinginan. Membuat kita merasakan
betapa nyamannya dicinta dan mencinta.
Dengan perilaku
baik, kita memberi jalan bagi roh yang menempuh perjalanan akhir menuju Sang
Pemilik. Good and bad nasib roh itu adalah tanggung jawab kita sebagai manusia.
Dan agama memberi panduan untuk itu. Inilah yang disebut sebagai iman dan
ikrar.
RAMBUT
Dengan
mempergunakan otak kita tidak mudah dibodohi oleh para penjual ayat. Mereka
yang memakai jubah agama yang sebenarnya roh mereka diasupi oleh makanan yang
harusnya jadi makanan jin setan prayangan.
Mereka menjanjikan
surga dan menakuti orang dengan api neraka. Lewat ucapan dobol mereka yang
meramu ayat Al Qur’an atau Injil bagai rangkaian jampi-jampi dan buku sakti
menyembuh kesengsaraan hidup secara instan tanpa kerja keras.
Mereka yang
tidak menggunakan otak dalam beragama akan terjebak pada kebodohan akibat
tipuan penjaja agama. 
Mereka yang
bodoh dalam beragama percaya akan khasiat kencing onta. Minyak urapan di
Kristen. Atau yang paling tolol adalah :.
Membeli air
yang katanya sudah dicelup rambut Nabi. 
Umat yang bodoh
percaya akan tipu daya penjaja agama model ini. 
Tanpa berusaha
menelisik apakah rambut itu benar rambut Nabi 
Atau malahan
sebenarnya itu adalah selembar jembut sapi

Related Posts