Alasan Diciptakannya Mata dan Tata Cara Penggunaannya

Penulis: Romli
Selasa 9 Juli 2019 14: 50
Ilustrasi/dream.co.id
Atorcator.Com – Mata merupakan salah-satu organ
tubuh yang krusial. Sebab, mata bertugas mendeteksi keadaan benda-benda atau tempat
sekitar apakah gelap atau terang. Sehingga, mata memegang peranan penting dalam
tubuh. Selain itu, dengan adanya mata manusia dapat menikmati pesona keindahan
bumi dan keajaiban alam semesta yang menjadi dalil keesaan Allah. Sebagaimana
firmanNya:

اِنَّ فِی خَلْقِ السَّمٰوَاتِ وَالْاَرْضِ وَخْتِلَافِ الَّيْلِ والنَّهَار
الَّتی تَجْرِی فِی الْبحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَا اَنْزَلَ الله مِنَ
السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَاَحْيَا بِهِ الْاَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيْهَا
مِنْ كُلِّ دَابَّۃٍ وَتَصْرِيْفِ الرِّيَاحِ والسَّحَابِ المُسَخَّرِ بَيْنَ
السَّمَاءِ وَالْاَرْضِ لَاٰيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

“sesungguhnya dalam penciptaan
langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di
laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari
langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi yang sudah mati
(kering)-nya dan dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran
angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat)
tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan)

Dengan penglihatan mata terhadap ciptaan
langit dan bumi beserta isinya manusia dapat menginterpretasikan bahwa semua
itu merupakan indikator kekuasaan Allah. Maka dari itu, Imam Al-Ghazali dalam
kitabnya  bidayatul hidayah menyuruh untuk
menjaga pandangan dari empat hal:

  • Melihat kepada orang lain yang bukan mahram kecuali ada hajad kebaihkkan,
    misalnya karena mau menghitbahnya, itupun sebatas muka dan tangan.
  • Melihat gambar atau foto perempuan cantik dengan syahwat
  •  Memandang hina orang lain, dan
  •  Melihat aib orang lain.


Secara eksklusif, mata berfungsi
untuk melihat, bukan meraba maupun menyentuh. Dengan demikian, dapat dipahami
bahwa ibadahnya mata adalah melihat, begitu pula maksiatnya mata adalah dengan
melihat. Ibadah atau maksiatnya mata tentunya sesuai objek yang dilihat dan
cara ia melihat. Jika objek penglihatannya sesuia perintah agama tentunya itu
bernilai ibadah, begitu pula sebaliknya. Jika ia melihat atau memandang dengan
cara yang tidak sesuia dengan perintah agama maka tentunya bernilai maksiat,
begitu pula sebaliknya.

Nabi bersabda yang dikutip oleh
Sheikh Zainuddin bin Abdul Aziz dalam kitabnya Irsyadul Ibad ila sabilirrosad.

. . . . فَالْعَيْنَانِ
زِنَاهُمَا النَّظَرُ
. . .

“. . . . Maka adapun zina kedua
mata adalah melihat. . . .”

Menurut Imam Baihaqi, bukan saja
laki-laki yang melihat perempuan yang bukan mahram yang berdosa, akan tetapi perempuan
yang dilihatnya pun juga berdosa jika jelas dia membiarkan dirinya menjadi
objek dari penglihatan itu, seperti membuka aurat di tempat terbuka. Sabda
Nabi:

لَعَنَ اﷲ النَّاظِرَ وَالْمَنْظُرَ اِلَيْهِ
Allah melaknat yang melihat dan
yang dilihat”
.

Dalam kitab yang sama, Imam
Ashbahani mengatakan pada hari kiamat semua mata akan menangis kecuali tiga,
yaitu mata yang memalingkan pandangannya dari hal-hal yang diharamkan dan mata
yang tidak tidur malam karena beribadah serta mata yang selalu melintangkan air
matanya karena takut kepada Allah SWT.


Allahu a’lamu

  • Romli santri Pondok Pesantren Darul Istiqomah Batuan Sumenep Madura

Related Posts