Nikah itu Pilihan

Penulis: KH. Husein Muhammad

Senin 29 Juli 2019
Ilustrasi: Shopee

Atorcator.Com – Nikah pada dasarnya adalah pilihan, kecuali ada kondisi yang menghendaki lain. Sejumlah tokoh besar dalam Islam dan otiritatif dalam keilmuan Islam memilih tidak menikah. Antara lain : Ibnu Jarir al-Thabari (syeikh al-mufassirin/guru para ahli tafsir), Zamakhsyari (ahli tafsir kaum rasional), Rabi’ah al-Adawiyah (perempuan sufi master), Ibn Taymiyah (muhaddits/pendiri aliran Salafi), Imam Nawawi (muhaddits faqih) dll.



Filsuf Arab besar dan penulis produktif dari Mesir: Abdurrahman Badawi, memilih lajang/jomblo. Dalam buku otobigrafinya: “Sirah Hayati”, dia menceritakan sendiri alasan mengapa dia memilih tidak menikah. Ia menyampaikan hal ini kepada polisi saat dia ditangkap di Benggazi, Libya. Dalam interogasi di tahanan, polisi bertanya:

Polisi: Bagaimana pendapatmu tentang Sartre?
Badawi: Sartre lebih sebagai seorang sastrawan daripada seorang filsuf. Saya sudah menyampaikan pendapat saya ini dalam buku saya “Dirasat fi al-Falsafah al-Wujudiyah” (Kajian Filsafat Eksistensialisme).
Polisi: Mengapa anda tidak menikah?
Badawi: Saya lebih memilih untuk menekuni dunia ilmu pengetahuan. Saya tidak ingin ada hal-hal yang mengganggu saya dalam kerja-kerja ilmiyah dan proyek-proyek penelitian. Anda tentu paham bagaimana kesibukan memikirkan keluarga dan anak-anak.

س : ماذا رأيك فى سارتر ؟
ج : سارتر اديبا اكثر منه فيلسوفا. وانا قد عبرت عن رايى فيه فى كتابى “دراسات فى الفلسفة الوجودية “.
س : لماذا لم تتزوج ؟
ج : لانى آثرت التفرغ للعلم وحده. ولم أرد ان يشغلنى عن العلم والبحث العلمى شيئ وأنت تعلم مشاغل الاسرة والاولاد. 
(سيرة حياتى جزء 2 ص 249)



Kisah ini diambil dari bukuku “Memilih Jomblo. Kisah para intelektual muslim”.


Pernah ditulis tahun lalu di sini.

Related Posts