Pancasila Dalam Pandangan Ulama NU

Penulis: Nyai
Shuniyya Ruhama
Kamis 11 Juli
2019 05:00

Ilustrasi/Fb-Shuniyya
Atorcator.com –
Keabsahan Pancasila sebagai sebuah dasar negara merupakan harga
mati. Sudah terbukti dengan pernyataan langsung dari para tokoh NU yang sudah
tidak diragukan lagi muktabaroh ilmu dan ketinggian hidmahnya untuk bangsa
Indonesia.


Adalah Guru Mulia Simbah Kyai Haji Bisri Syansuri, Pengasuh Pondok Pesantren
Mamba’ul Ma’arif Jombang , Pendiri NU, sekaligus Rois Am PBNU periode
1971-1980, memberikan pernyataan, ” Sekarang saya sudah mengerti apa itu
Pancasila. Sekarang bila ada orang Indonesia, orang Islam, orang NU, yang anti
Pancasila berarti ia anti padaku.”

Tak kalah berkharismanya, Guru Mulia Simbah Wali Kyai Haji Raden As’ad Syamsul
Arifin Situbondo terang-terangan dhawuh, ” Pancasila sebagai dasar dan
falsafah negara Indonesia, harus ditaati, harus diamalkan, harus tetap
dipertahankan dan dijaga kelestariannya. “

Serta dawuh Guru Mulia Simbah Kyai Haji Ahmad Shiddiq, Sesepuh Majlis Dzikrul
Ghofilin sekaligus Rois Am PBNU periode 1984-1991 dengan makolahnya ”
Ibarat makanan, Pancasila yang sudah kita kunyah selama 36 tahun kok sekarang
dipersoalkan halal haramnya.”

Dan tak ketinggalan Guru Mulia Simbah Wali Gus Dur (KH. Abdurahman Wahid),
Presiden RI ke-4 dan Ketua Umum Tanfidziyah PBNU periode 1984–1999 dengan lemah
lembutnya bertitah,” Tanpa Pancasila negara akan bubar, Pancasila adalah
seperangkat Asas & pancasila akan ada selamanya. Dan Pancasila ini akan
saya perjuangkan dengan Nyawa saya, tak peduli apakah dia di kebiri oleh
angkatan bersenjata atau di manipulasi oleh sebagian umat Islam.”

Juga dawuh Guru Mulia Simbah Kyai Haji Hasyim Muzadi, Ketua Umum Tanfidziyah
PBNU 1999–2010 , ” Pancasila bukan Agama ,tetapi tidak bertentangan dengan
Agama. Pancasila bukan jalan, tetapi titik temu antara banyak perbedaan
jalan… Beda Agama, suku, budaya, dan bahasa. Hanya Pancasila yang bisa
menyatukan perbedaan tersebut.”

Serta Guru Mulia Simbah Kyai Haji Ahmad Mustofa Bisri, Rais Aam PB Nahdlatul
Ulama 2014-2015, memberikan pernyataan “Tanah air rumah kita. Kalau orang
indonesia tidak cinta pada rumahnya, mau merusak rumahnya. Saya kira ada yang
tidak beres di kepalanya.”


Dari sini jelaslah, bahwa Pancasila merupakan harga mati yang wajib
dipertahankan oleh seluruh anak negeri. Sebagai generasi penerus bangsa
Indonesia, kita wajib waspada dengan ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan
dari segala penjuru. Baik bahaya laten maupun manifestasinya. baik dari arus
kanan maupun arus kiri, baik dari barat maupun timur…Entah itu Komunis,
Kapitalis, Liberal, Takfiri Wahaby serta ideologi apapun yang hendak
meruntuhkan kejayaan negeri ini.

  • Nyai Shuniyya Ruhama Pengajar PPTQ
    Al Istiqomah Weleri-Kendal Murid Mbah Wali Gus Dur

Related Posts