Rekonsiliasi Jokowi dan Prabowo, Apa Untungnya Bagi Rakyat?

Penulis: Moh. Syahri
Ahad 14 Juli 2019

Detik

Atorcator.Com – Saya mengapresiasi bertemunya dua tokoh sentral, tokoh yang belakangan ini jadi perdebatan publik, tokoh yang sempat berkompetisi habis-habisan. Saya tidak tau ini, apakah pertemuan ini memang murni sebagai bentuk rekonsiliasi atau ada transaksi yang dibungkus dengan rekonsiliasi. Silahkan masyarakat yang menilai dan menterjemahkan.


Yang jelas, masyarakat sedang melihat pertemuan ini ada yang tidak setuju, mungkin ia, ada yang setuju, mungkin lebih banyak. Namun, pertanyaannya, apakah labelisasi cebong kampret akan berakhir dengan bertemunya dua tokoh ini,…? Konflik masyarakat yang belakangan ini kurang begitu tersentuh pemerintah akan selesai?.


Oke, bertemunya dua tokoh ini mungkin sedikit banyak akan menurunkan tensi perbedaan politik di masyarakat politiknya saja, di masyarakat sipil, tunggu dulu. Bahkan jika perlu turun ke bawah, bertemunya dua tokoh ini mah sebenarnya tidak memberikan dampak apa-apa. Saya orang desa, yang masih menyaksikan stereotip jelek akut terhadap kedua pemimpin ini. Kenapa bisa demikian…? Tidak lain pendidikan politik kita yang dari awal sudah tidak santun. Karenanya perlu ada pendidikan politik regulasi baru. Tidak cukup dengan bertemunya dua tokoh ini.


Jika ada pendidikan politik yang merusak karakter moral bangsa, mestinya juga ada pendidikan politik yang bisa menghapus itu (learning-Unlearning). Dan saya rasa masyarakat terbelah tidak hanya soal perbedaan politik dua tokoh ini, ada banyak hal yang cukup serius di bawah yang mana kedua tokoh ini tidak bisa menyelesaikannya.


Jika pun pertemuan ini yang dibungkus dengan rekonsiliasi diorientasikan untuk menyelamatkan bangsa, meredam konflik, dll. Masyarakat tentu lebih membutuhkan rangkulan mereka berdua tanpa ada politik di belakang panggung. Jangan sampai masyarakat menilai pertemuan dua tokoh ini hanya sekadar sandiwara, yang sama sekali tak berdampak apa-apa ke masyarakat bawah.


  • Moh. Syahri Founder Atorcator. Pernah nyantri di Pondok Pesantren Darul Istiqomah Batuan Sumenep

Related Posts