Corak Teologi KH Maimun Zubair

Penulis: Jamal Ma’mur Asmani

Sabtu 24 Agustus 2019

Atorcator.Com – KH Maimun Zubair mempunyai karya khusus tentang Tauhid ini, yaitu Ta’liqat Kitab Jauharatut Tauhid. Sayang, kitab-kitab karya KH Maimun Zubair tertinggal di Rumah.



Namun bisa dipastikan KH Maimun Zubair adalah penganut paham Imam Abu Hasan Al Asy‘ari yang dikenal sebagai Imam golongan Ahlussunnah Wal Jamaah dalam Bidang akidah bersama Imam Abu Manshur Al Maturidi.

Karakter utama kedua imam ini adalah moderasi akal Dan wahyu. Imam Abu Hasan Al Asy’ari sebelum mendirikan golongan Ahlussunnah Wal Jamaah adalah pengikut mu’tazilah, bahkan menjadi salah satu ulamanya, karena beliau adalah murid Imam Jubai Al Mu’tazili. Demikian KH Said Aqil Siradj dalam beberapa keterangannya.

Moderasi Imam Abu Hasan Al Asy’ari terlihat dalam teori kasb (usaha). Manusia diberikan kekuatan Allah untuk berusaha mencapai cita-cita hidupnya. Namun, hasil akhirnya hanya Allah yang menetapkan, bukan yang lain.

Potensi kasb manusia inilah yang Harus digunakan secara optimal untuk memainkan peran sebagai hamba Allah Dan khalifah Allah di muka bumi di berbagai aspek kehidupan. Teori kasb ini tersimplikasikan dalam ungkapan:

انا اريد وانت تريد والله يفعل ما يريد


Saya Punya keinginan, kamu Punya keinginan, tapi hanya Allah Yang Melakukan Sesuai KehendakNya.

Jika manusia menggapai kesuksesan, maka harus dikembalikan kepada kekuasaan Allah yang memberinya anugerah besar yang Harus disyukuri Dan Tidak boleh jumawa-sombong. Namun jika manusia gagal, maka jangan putus asa, patah semangat, Dan mundur teratur. Justru saat manusia gagal Harus Sabar, husnud dzan (baik sangka), Dan terus berusaha secara kreatif, mungkin kesuksesan diberikan Allah jika usahanya terus dilakukan pantang mundur.

Sejarah Nabi Muhammad dalam berdakwah adalah Contoh yang Paling tepat. Meskipun banyak tantangan Dan dihalangi banyak musuh, namun Nabi Tidak menyerah Dan tetap berdakwah. Bahkan Nabi dalam salah satu dawuhnya menyatakan “jika Matahari di tangan kananku Dan bulan di tangan kiriku, aku Tidak Akan berhenti (berdakwah), diriku mati atau Islam tegak di negeri ini”.

Tekad besar Dan perjuangan tanpa kenal lelah Nabi ini akhirnya berbuah sukses. Allah membukakan kemenangan Islam yang mulai tampak di Madinah, kemudian meluas ke Mekah, ke semenanjung Arabia Dan akhirnya ke seluruh dunia.

Teologi KH Maimun Zubair

KH Maimun Zubair dalam salah satu statementnya menyatakan bahwa beliau pernah melepaskan semua jabatan, mulai dari anggota DPR/MPR, kepala pasar, dan lain-lain selama beberapa tahun. Beliau bertekad hanya membimbing para santri dengan fokus mengaji Dan mendidik santri.

Bisa Kita bayangkan tekad besar KH Maimun Zubair ketika merintis Berdirinya PP Al Anwar Sarang. Beliau benar-benar fokus, all-out lahir batin untuk membimbing santri.

Dalam konteks ini, sangat kentara Teologi KH Maimun Zubair yang lebih menekankan ketaatan total kepada Allah Dan percaya kepada janji Allah dengan tingkat kepasrahan tinggi kepada Allah.

Ingat dawuh Allah:

ومن يتوكل علي الله فهو حسبه


Siapa yang berserah diri kepada Allah, maka Allah Yang Menyukupinya
Teologi KH Maimun Zubair dalam konteks ini berkolaborasi dengan kedalaman tasawufnya yang percaya kepada janji Allah.

Ingat firman Allah:

إن تنصروا الله ينصركم


Jika kamu menolong Allah maka pasti Allah menolong kamu

Sangat kelihatan hasil tekad KH Maimun Zubair dalam merintis dan mengembangkan Pesantrennya. PP Al Anwar tumbuh sebagai Pesantren salaf yang berhasil melahirkan para kiai Dan tokoh masyarakat yang menyebarkan Islam Rahmatan lil-alamin dengan kajian kitab Kuning yang mapan.

Dalam dawuh-dawuh yang lain KH Maimun Zubair menekankan kepada guru agar ikhlas dalam mengajar. Jangan Merasa gurulah yang membuat murid Terbuka hatinya atau pintar. Guru yang Penting mengajar dengan ikhlas. Hasil mengajarnya diserahkan kepada Allah karena itu bukan wewenang manusia, tapi prerogative Allah.

Dalam dawuh-dawuh yang lain, KH Maimun Zubair menekankan supaya manusia jangan Merasa sudah melakukan banyak Amal. Justru manusia Harus merasa sedikit amalnya. Amal yang baik dilupakan supaya Punya semangat besar melakukannya terus menerus Dan amal yang jelek diingat-ingat supaya Tidak diulangi lagi. KH Maimun Zubair juga memohon doa banyak orang supaya ketika wafat diberi Allah husnul khatimah (happy ending).

Dawuh-dawuh ini menunjukkan bahwa KH Maimun Zubair meyakini bahwa seluruh Amal manusia hakikatnya adalah campur tangan Allah sebagai Pencipta Amal.

Ingat firman Allah:

والله خلقكم وما تعملون


Allah menciptakan kamu semua Dan apa yang kamu lakukan

ما اصابك من حسنة فمن الله وما اصابك من سيئة فمن نفسك

Kebaikan yang kamu lakukan berasal dari Allah Dan kejelekan yang kamu lakukan berasal dari diri kamu sendiri

Teologi Sufistik

Teologi KH Maimun Zubair adalah Teologi bercorak Sufistik, yaitu akidah yang menekankan kepasrahan total kepada Allah.

Dalam dunia modern dikenal Dua terminologi, yaitu:  ‘teosentrisme’, yaitu Teologi yang tujuannya mencapai kesalehan pribadi Dan ‘antroposentrisme’, yaitu Teologi yang tujuannya untuk mewujudkan kesalehan orang lain.

Melihat tekad Dan perjuangan total KH Maimun Zubair yang fokus membimbing para santri, menekankan keikhlasan dalam mengajar Dan melarang  sombong, maka menurut Penulis, Teologi KH Maimun Zubair lebih dekat kepada ‘antroposentrisme’ karena tujuannya adalah mewujudkan kesalehan orang lain, bukan kesalehan pribadi.

Kesalehan pribadi menjadi modal utama dalam mewujudkan kesalehan orang lain. Semua daya upaya disertai doa Dan tawakkal kepada Allah difokuskan untuk membangun masyarakat religius.

والله اعلم بالصواب


Mekah, 22 Dzulhijjah 1440 /  23 Agustus 2019, Pukul 10.18


  • Jamal Ma’mur Asmani Direktur Lembaga Studi Kitab Kuning (LESKA) Pati Jawa Tengah

Related Posts