Yenny Wahid Meminta Pemerintah untuk Menghentikan Pendekatan Militer ke Papua

Penulis: Redaksi
Ahad 15 September 2019

Ilustrasi: Gatra

Atorcator.Com – Persoalan dan konflik yang terjadi di Papua memang belum sepenuhnya usai. Dibutuhkan pendekatan-pendekatan yang lain selain pendekatan mengirimkan pasukan militer. Pasukan militer untuk menjaga stabilitas keamanan belum bisa mengatasi secara signifikan bahkan cenderung bisa mendatangkan konflik baru.


Menurut putri Gus Dur, Yenny Wahid, ketika beliau didatangi tamu pemuda dan mahasiswa asal Papua, pemerintah seharusnya lebih  banyak mendengarkan suara dari rakyat Papua, bukan hanya bertindak berdasarkan kepentingan elit saja, seperti dilansir dari NU online.


Yenny juga menambahkan dengan harapan bahwa menghadapi konflik di Papua diperlukan poros ketiga sebagai solusi riil untuk memperjuangkan rakyat Papua. Jadi menurut Yenny,  jangan hanya ngotot sana sini, bila terus menerus saling ngotot solusi tidak akan tercipta.


Keluarga Gus Dur memang sangat berharap ada poros ketiga sebagai langkah konkret untuk mendamaikan konflik di Papua. Bahkan jika hal ini benar-benar ada keluarga tidak segan-segan untuk mendukungnya.


Dan Yenny berharap teman-teman Papua inilah yang harus bergerak untuk menginisiasi poros ketiga sebagai solusi jalan tengah. Tegas Yenni mengatakan bahwa siap mendukung hal itu bersama keluarga dan teman-temannya.


Yenny Wahid memiliki pemikiran yang cukup jernih, tidak jauh dari pemikiran ayahnya, Gus Dur, dalam menghadapi persoalan apapun. Sehingga tak heran jika Yenni melihat persoalan di Papua bukan hanya persoalan remeh tapi hal itu butuh proses dan perjuangan yang panjang. Sebab masyarakat Papua butuh fasilitas untuk bisa bersaing, butuh infrastruktur dari segala aspek kehidupannya agar bisa sejajar dengan daerah-daerah lain di Indonesia.


Bahkan Yenny Wahid tegas mengatakan bahwa orang Papua bisa sukses di mana saja di seluruh wilayah Indonesia, bisa jadi gubernur di Jakarta, di Jawa tengah dan presiden Indonesia. Dan hal itu sangat dijamin oleh konstitusi.

Related Posts