KH. Ghazali Amin: 5 Kunci Bahagia Dunia-akhirat

Penulis: Moh. Mizan Asrori

Jumat 15 Nopember 2019
Ilustrasi: KH. Ghazali Amin/FB-Wahid Abdu


Atorcator.Com – Bulan Rabiul Awal atau lebih dikenal dengan bulan Maulid Nabi menjadi salah satu bulan paling dinanti oleh kaum muslimin, selain bulan Ramadan. Di bulan ini umat muslim berbondong-bondong merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad dengan gegap gempita.

Bermacam-macam bentuk perayaan diselenggarakan sebagai ekspresi kecintaan dan kebahagiaan karena dapat bersua kembali dengan bulan yang mulia karena lahirnya Nabi mulia. Ada yang dengan menyelenggarakan lomba nasyid dan shalawat Nabi, ada juga dengan mengundang tetangga serta kerabat dekat untuk melantunkan shalawat dan makan bersama.

Saya sebagai warga masyarakat yang baik, saat diundang untuk sebuah perayaan Maulid Nabi, berkewajiban untuk hadir. Dalam peringatan Maulid Nabi ini diundang seorang penceramah untuk memberikan pencerahan kepada hadirin.

KH. Ghazali Amin, sosok Kiai sepuh tapi tetap energik dan lantang dalam berpidato. Suaranya menghentak keheningan dan membangunkan sukma yang lama terlelap.

Kiai asal Desa Rajun, yang juga mengasuh lembaga madrasah Al-Amin Rajun, ini berceramah di salah satu rumah warga Rajun (11/11/2019). Temanya tentang 5 kunci bahagia dunia-akhirat. Sang kiai membuka ceramahnya dengan ungkapan, “Belum tentu kita bahagia bergelimang harta, anak, dan banyak mobil.”

Kunci pertama, memiliki hubungan baik dengan Allah. Bukankah dengan zikir kepada Allah, hati akan tenang. Alquran sudah menyebutkannya. Ketenangan hakiki bukan saat dikelilingi oleh kekayaan duniawi. Tapi perasaan menerima dan ikhlas atas ketentuan Yang Maha Kuasa.

Kedua, membangun hubungan baik dengan Rasulullah. Bershalawat adalah menyatakan kecintaan dan mengadu kepada Nabi. Banyak orang mengaku cinta kepada Nabi tapi enggan bershalawat. Padahal disebutkan, Malaikat Jibril akan menyambut di shirat untuk orang yang setiap selesai shalat 5 waktu membaca shalawat 10 kali. Malaikat Mikail juga berjanji akan bersujud kepada Allah dan tidak akan mendongakkan kepalanya, sebelum orang yang membaca shalawat 10 kali setiap selesai shalat dimasukkan ke dalam surga oleh Allah.

Tentu harus istikamah, jangan sampai setelah selesai shalat Ashar membaca shalawat, tapi nanti ketika selesai shalat Maghrib cuti. Sulit untuk memperoleh keberkahan jika demikian.

Shalawat juga dapat membuat keluarga bahagia. Ada pasangan suami istri yang saat lupa tidak membaca shalawat dan zikir akhirnya ada saja permasalahan dalam keluarga. Shalawat menetralisirnya.

Ketiga, menjaga hubungan baik dengan guru. Wajib hukumnya menghormati guru, tidak perlu memuji, tidak menyakitinya saja sudah cukup. Selama ini kita seringkali menjadikan guru sebagai bahan gibah.

Keempat, menjaga hubungan baik dengan orang tua. Caranya dengan mendoakan dan memohonkan ampun untuk orang tua setiap saat. Termasuk dari menjaga hubungan baik dengan orang tua, yaitu menjaga silaturahmi dengan teman dan keluarga orang tua, selepas orang tua meninggal dunia.


Kelima, menjaga hubungan baik dengan tetangga. Allah memuliakan Manusia, kenapa sesama manusia saling mencaci maki? Mari kita merenung sejenak. Suami-istri janganlah saling melukai perasaan satu sama lain. Begitu juga antar tetangga. Harus saling menjaga kerukunan.

Kelima hal ini niscaya sudah sangat sering kita dengarkan dalam ceramah-ceramah keagamaan sebelumnya. Namun hanya sedikit dari kita yang benar-benar konsisten untuk mengamalkannya. Termasuk membaca shalawat minimal 10 kali setiap selesai shalat 5 waktu.

*)Moh. Mizan Asrori Pemuda 24 tahun yang selalu terbuka menerima kritik-saran bahkan cibiran. Dirinya bisa diajak berdiskusi melalui akun Instagram @mizan_arjuna dan Facebook Moh Mizan Asrori.

Related Posts