PSI Kebohongan Lebay dan Piala Penghargaan yang Lebih Lebay - Atorcator
Latest Update
Fetching data...

Sabtu, Januari 05, 2019

PSI Kebohongan Lebay dan Piala Penghargaan yang Lebih Lebay


Penulis: Moh Syahri

PSI kembali bermanuver. Keren! Partai yang masih sumur jagung kembali menunjukkan tekad kuatnya untuk mencari simpati dan dukungan, yang jelas ia punya niat baik, walaupun tidak terlalu baik-baik amat. Partai yang masih belum punya prestasi apa-apa untuk negeri ini sudah berani mencuri start di tahun 2019 dengan sikapnya yang absurd untuk bisa dilirik masyarakat.
Partai ini paling rajin melakukan manuver-manuver nyentrik belakangan ini. Di awal tahun 2019 PSI sudah menunjukkan prestasi kerjanya membuat piala kebohongan terlebay atas pasangan presiden nomor 2 dan Andi Arief setelah sebelumnya bermanuver untuk tidak mendukung praktek poligami.
“Penghargaan ini diberikan karena baru awal 2019 sudah terjadi tsunami kebohongan yang dilakukan oleh mereka bertiga,” kata Sekjen PSI Raja Juli Antoni dalam jumpa pers di Kantor DPP PSI di Jakarta pada Jumat, 4 januari 2019 lalu.
Saya katakan ini sebuah prestasi yang diciptakan sendiri oleh PSI karena mereka memang belum punya prestasi apa-apa. Dan saya katakan ini juga piala penghargaan yang lebay.

Baca juga: Madzhab Fikih Sandiaga Uno, Perlukah Kita Perdebatkan?

Kayak gak ada perkejaan lain aja bikin piagam penghargaan atas kebohongan orang. Kan konyol!!!!, Piala itu diberikan kepada pemenang bukan kepada orang yang membuat kebohongan (kalah).
Seharusnya bukan piala penghargaan yang diberikan melainkan counter issue atas kebohongan itu sendiri dengan menunjukkan bukti nyata apa yang sudah didompleng oleh oposisi. Sejauh ini PSI memang lihai sekali dalam beretorika untuk urusan politik tapi bodoh amat dalam bersikap.
Partai yang juga belum sepenuhnya dewasa ini seringkali melakukan hal-hal yang kontoversial. Partai yang dihuni oleh anak muda potensial punya visi misi bagus dan menarik seharusnya lebih memperbaiki internalnya dulu daripada sibuk mengurusi partai orang lain. Jika pun itu dibutuhkan tak seharusnya bersikap berlebihan yang malah merugikan partainya sendiri.
Partai junior dan partai senior memang memiliki kapasitas yang sama dalam memperbaiki negeri ini, tapi harus kita akui partai senior pastinya sudah lebih dulu merasakan asam garam kehidupan. Setahu saya tidak ada satupun partai yang bersih dari dosa politik.
Dan selama ini PSI seolah-olah menunjukkan dalil-dalil aneh yang belum dimiliki oleh partai politik lainnya dan seakan-akan partai kamilah yang akan merubah praktek dosa politik yang terjadi selama ini. Mari kita tunggu!

Baca juga: Bedanya Politisi dan Akademisi

Partai lain yang lebih senior penuh dengan dosa politik PSI hadir untuk menghapus itu. Mari kita dukung dan suport!
Dan ingat wahai PSI !! pernyataan-pernyataanmu selama ini sudah banyak menimbulkan kontroversi akut dikalangan elit politik dan masyarakat pada umumnya. Dan ini menunjukkan bahwa partai anda tidak punya solidaritas terhadap sesama partai.
Dan yang terakhir Jokowi juga banyak kegagalan dan kebohongan yang juga seharusnya diberi piala penghargaan. Mulai dari yang katanya nggak ngutang nyatanya ngutang. Katanya nggak mau impor nyatanya impor. Biar fair gitu.....

Sumber Foto: Beritasatu.com

Baca juga: Situ Mau Pilih Presiden Apa Guru Ngaji?