Analisis Debat Pilpres ke 4: Jokowi Ataukah Prabowo?


Penulis: Ahmad Tsauri


Atorcator.Com – Saya buka analis, hanya merangkum saja. Seperti biasa debat dimulai
Visi misi. Pertanyabnya, implementasinya bagaimana? Prabowo tidak jelas, Jokowi
jelas akan memanfaatkan teknologi untuk menguatkan bangsa secara ideologi.
Katanya, DILAN, Digital Melayani.
Memasukan pancasila sejak pendidikan
dini. Caranya bagaimana? Prabowo tidak jelas. Prabowo mencontohkan, memilih
orang tidak boleh karena ras? Tapi saat Ahok keluar dari gerindra dia
mati-matian menurunkan Ahok dengan bantuan HRS dan radikalis.
Jawaban Jokowi lebih detail. Pak
Jokowi menjelaskan apa saja materi yang diajarkan dalam menjelaskan pancasila
kepada generasi muda. Seperti keragaman agama, budaya, suku bangsa, bahasa.
Beliau juga sudah membentuk Badan pembina pancasila.
Sesi pertanyaan Prabowo terlihat
sangat baper. Prabowo curhat dituduh mendukung khilafah dan akan melarang
tahlil. Pak Jokowi menjawab, saya juga dituduh PKI sejak 4 tahun lalu. Kenapa
pimpipnan tidak memberi contoh yang baik.
SESI II
Pertanyaan Smart City dalam
memaksimalkan layanan publik. Jokowi menekankan bukan hanya pelayanan juga
memperhatikan kecepatan. Dan merampingkan pelayanan publik supaya tidak
bertele-tele.
Sementara Pak Prabowo soal
online-online kelihatan kebingunan. Seperti sebelumnya. Sehingga jawabannya
mengarang Indah. Maklum soalnya esay bukan soal pilihan hhhe.
Yang menarik pak Jokowi memberi
bocoran menghadapi persaingan global antar negara, katanya, “sekarang yang
akan menguasai bukan negara besar menguasai negara kecil, akan tetapi negara
yang bergerak cepat akan mengalahkan negara yang lambat”.
Karakter Pak Jokowi yang unik
ternyata bukan dalam spirit hidupnya sederhana dan kerja, tidak prontal, tetapi
sifat itu mempengaruhi strateginya menghadapi persaingan global.
Prabowo menyerang Jokowi. Kata
Prabowo, teknologi sebaik apapun tidak ada gunanya kalau tidak bisa menjaga
kekayaan negara dibawa keluar negeri. Saya kira ini sangat konyol. Karena
kekayaan dia dan wakilnya, dan para pendukungnya, dia dan mereka sembunyikan
diluar negeri. Supaya tidak tergerus pajak atau memang sumbernya didapat secara
ilegal? Yang disebut panama paper kan Prabowo dan Sandi, bukan nama Jokowi dan
Makruf Amin.
SESI III PERTAHANAN KEMANAN
Prabowo menjawab membeli alutsista,
caranya dengan menjaga supaya kekayaan negara tidak bocor. Sementara pak Jokowi
lebih detail, beliau memerintahkan gelar latihan gabungan di pulau-pulau
terluar seperti Natuna.
11 titik radar udara kita
terkoneksi. Siapapun yang masuk ke teritori akan ketahuan. Anggaran kemanan
kita 107 T, no 2 setelah kementrian PU. Anggaran kemanan sudah sangat besar dan
sudah sangat diperhatikan.
Pak Jokowi juga merubah mindset dan
arah belanja pertahanan dan keamanan dari belanja ke investasi. Artinya
anggaran pertahanan juga untuk mengembangkan industri pertahanan dalam negeri,
seperti tank dll
SESI IV HUBUNGAN INTERNASIONAL
Indonesia sebagai mayoritas muslim
menjadi kekuatan untuk berperan dalam konflik global, diantaranya di Rakhin, di
Afganistan. Selain itu juga menawarkan produk-produk kepada negara lain.
Sementara menurut Prabowo diplomasi
tujuannya mempertahankan kepentingan nasional. Saya kira Jokowi sudah melakukan
itu. Misalnya Prabowo mempertanyakan ketika kapal asing masing ke laut kita.
Katanya, apa yang bisa lakukan. Saya kira tidak relevan, karena Pak Jokowi
melalui menterinya sudah meledakan ribuan kapal asing, baik kecil ataupun
besar.
SESI V

Prabowo menekankan pentingnya
kesiapan senjata untuk menghadapi ancaman. Dan mengatakan senjata Indonesia
dibawah Singapura. Sementara pak Jokowi menekankan peningkatan anggaran terus
dilakukan. Ancaman paling nyata dalam 20 tahun kedepan justru dalam negeri,
yaitu ancaman perpecahan antar anak bangsa.
Dari sini kita memahami kenapa pak
Jokowi membubarkan HTI, mengimbangi gerakan FPI dengan mendekati Nahdlatul
Ulama.
Pak Prabowo tidak memberikan program
yang jelas. Di setiap sesi dia selalu menonjolkan otoritas; saya tentara, saya
terjun ke medan perang untuk menjaga pancasila. Sesi terakhir soal keberatan
Prabowo supaya pelabuhan tidak di operasikan oleh investor, saya kira karena
paranoid Prabowo. Sepertinya karena buku Fiksi yang menyebutkan Indonesia bubar
2030 nanti. Seorang jenderal yang mengaku membaca strategi perang ribuan tahun
tapi terobsesi oleh buku fiksi.
Selain itu Pak Prabowo tidak
menjelaskan apa program dia untuk mencapai visi-misinya. Dia selalu menekankan
Indonesia bermasalah dalam segala bidang. Tanpa memberikan solusi yang bisa dia
jalankan. Strategi Prabowo membangun pesimisme dan under estimate dengan bangsa
Indonesia dan kepemimpinan pak Jokowi dalam menyelesaikan masalah. Tentu saja
cara itu harus dilakukan. Karena dia meraih simpati dengan metode manipulasi.
Contohnya? Cek saja di medsos, google, youtube dll.
Tapi pak Prabowo pada debat kali ini
lebih PD daripada waktu membahas online online itu hhhe. Sayangnya 40% pemilih
sudah kadung tertipu oleh bualan Prabowo.
Mendengar 3 kali debat Jokowi
Prabowo. Saya melihat Prabowo model pemimpin era revolusi yang lambat lahir.
Memperhatikan cara Prabowo berpikir dan cara dia meyakinkan pendengarnya,
seperti kepercayaan diri Sukarno dalam buku Cindy Adam, Sukarno, An
Autobiography as Told to Cindy Adams’ atau buku “dibawah Bendera
Revolusi” atau seperti Soeharto dalam “Soeharto untold Story”.
Periode tampil Prabowo tahun 45-98.
Kenapan Prabowo Tuhan munculkan sekarang? Tuhan hadirkan dia sebagai renungan
buat kita.

Baca juga



Related Posts