Bagian (2) Kisah Isro’ Mi’roj dalam kitab I’anah Al Muhtaj Fi Qisshoti Al Isro’ Wa Al Mi’roj


Karya: KH Ahmad Abdul Hamid- Kendal

Tahun : 1952 , Halaman: 18-20

Atorcator.Com – Adapun yang dimaksud dengan ISRO’ adalah perjalanan Kanjeng Nabi
Muhammad SAW di malam hari mulai dari Masjidil Haram (Makkah) menuju Masjidil
Aqsha (Palestina), sebagaimana firman Gusti Allah dalam Surat Al Isra’ (1):
“Maha Suci Gusti Allah yang
telah memperjalankan hambaNya di malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil
Aqsho yang di sekelilingnya telah Kami berkahi. Kami hendak menunjukkan
sebagian dari ayat Kami. Sesungguhnya Gusti Allah Maha Mendengar lagi Maha
Melihat”.
Setelah Kanjeng Nabi beserta
Malaikat Jibril menaiki Buroq beberapa saat, sampailah ke negeri Thoybah yang
artinya Tempat kebaikan. Tempat di mana, pada jaman para Nabi terdahulu
terdapat banyak gedung, madrasah, dan sebagai sumber pengetahuan. Kemudian
diganti oleh mereka dengan nama Madinah (kota pengetahuan, atau sumber
kemajuan).
Di sana Kanjeng Nabi turun dari
Buroq kemudian menunaikan sholat sunah 2 rokaat, lalu menaiki Buroq lagi. Tak
lama kemudian sampailah ke Syajaroh Musa. Yaitu tempat istirahatnya Kanjeng
Nabi Musa.
Di sana kembali Kanjeng Nabi menjalankan
sholat sunah 2 rokaat. Setelah itu melanjutkan perjalanan menuju Gunung Thur
Sinai. Yakni tempat pertama kali Kanjeng Nabi Musa mendapatklan wahyu dari
Gusti Allah, ditetapkan sebagai Rosul.
Di sana, Kanjeng Nabi kembali
menjalankan sholat sunah 2 rokaat. Beliau melanjutkan perjalanan menuju negeri
Baitul Lahm (Bethlehem). Yakni tempat kelahiran Kanjeng Nabi Isa. Beliau sholat
2 rokaat lagi.
Para pembaca yang budiman, tindakan
panutan kita Nabi Muhammad SAW selama perjalanan ISRO’ tidak jemu-jemu
menjalankan sholat, karena sholat mengandung banyak sekali hikmah.
Sebagian kita Umat Islam supaya
meneladani perilaku Kanjeng Nabi. Yakni, ketika kita bepergian ke suatu tempat
yang jauh, ketika mampir di suatu tempat (desa/kota), lebih-lebih jika di sana
terdapat Masjid hendaknya mengerjakan sholat sunah 2 rokaat.
Sebab, Sholat adalah salah satu
amalan yang bisa digunakan untuk menambah kesucian dan keikhlasan.
“Sesungguhnya sholat akan mencegah dari perbuatan keji dan munkar”.
___________________

Diterjemahkan oleh Shuniyya
Ruhama
 dengan penyesuaian redaksi dan gaya bahasa …

Allahumma Sholli Ala Sayyidina
Muhammad …



Baca juga



Related Posts