06/04/2020

Apakah “Setan Gundul” Dibelenggu Juga di Bulan Ramadan?

Knrp.org
Penulis: Ahmad
Syafi’i
Atorcator.Com
Hadits tentang dibelenggunya setan di dalam  bulan Ramadan adalah hadits yang 
shahih menurut Imam Bukhari dan Imam Muslim. Dari Abu
Hurairah radiyallahuanhu bahwa Rasulullah SAW.
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ
اللهِ ص.م.: إِذَا دَخَلَ شَهْرُ رَمَضَانَ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ
وَغُلِّقَتْ أَبْوابُ جَهَنَّمَ وَسُلْسِلَةِ الشَّيَاطِيْنَ
Dari Abu Hurairah radiyallahuanhu bahwa Rasulullah SAW telah bersabda, “Apabila 
bulan  Ramadan datang, maka pintupintu surga akan
dibukakan dan pintu-pitu neraka  akan ditutup serta setan-setan akan
dibelenggu
.” (HR Bukhari Muslim).
Sesaat setelah
selesai kusampaikan hadis di atas, salah satu jama’ah ada yang bertanya:
“Jika memang benar para setan itu dibeleggu, lantas bagaimana dengan
fenomena “Setan Gundul” yang marak diperbincangkan di awal-awal bulan
puasa ini?
Posisi Setan
Gundul?

Hadits yang menyatakan 
bahwa  setan-setan dibelenggu pada  bulan  Ramadan 
ini  adalah  hadis  shahih dari  segi  isnad dan
diriwayatkan oleh sejumlah ulama hadis, antara lain Imam Bukhari, Imam Muslim,
Imam Ahmad, Ibnu Huzaimah dan lain-lain. Yang bermasalah  dari 
hadits  di  atas  bukan  dari  segi keshahihannya,
melainkan dari  bagaimana cara kita memahami makna dibelenggunya setan di
bulan Ramadan.

Sebagian orang bertanya,
kalau memang benar di bulan Ramadan semua setan itu dibelenggu,
kenapa di dalam bulan suci itu tetap masih  ada 
saja  kejahatan, kemaksiatan, bahkan juga pembunuhan  dan  serentetan dosa besar, yang dilakukan oleh umat Islam secara terang-terangan? Dan pertanyaan ini memang
sedikit menggelitik rasa ingin tahu kita. Benar, bahwa di
bulan Ramadan itu  setan  dibelenggu, lalu kenapa kalau
sudah dibelenggu, masih saja ada kejatahan?
Para ulama
mencoba memberi beberapa penjelasan mengenai maksud dari sabda Rasulullah SAW  bahwasanya
setan-setanitu“dibelenggu” pada bulan suci Ramadan. Antara lain penafsiran
mereka adalah:
1. Tidak Bisa
Leluasa Mengganggu
Pendapat lain
menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan terbelenggunya  setan 
adalah  bahwa  setan  tidak bisa leluasa untuk mengganggu dan mencelakakan manusia tidak seperti
biasanya. Mengapa? 
Karena di
bulan Ramadan umumnya orang-orang sibuk dengan shaum,
membaca Al-Qurandan berdzikir. Dan kegiatan merek ini membuat setan menjadi terbelenggu untuk leluasa menggoda dan mencelakakan
manusia. Ruang gerak mereka menjadi lebih terbatas, dibandingkan dengan
har-hari di luar bulan Ramadan.
2. Yang
Dibelenggu Hanya Setan yang Membangkang
Sedangkan
pendapat lain lagi mengatakan bahwa yang dibelenggu
bukan semua setan, melainkan hanya sebagiannya saja. Mereka adalah setan-setan yang membangkang, sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Huzaimah, Nasa’i,
Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al -Hakim. Dari Abu Hurairah Ra. Rasulullah SAW
bersabda, “Pada malam pertama bulan Ramadan setan-setan 
dibelenggu,  yaitu setan-setan yang membangkang
.”
3. Setan Tidak
Mampu Menggoda dan Menyesatkan
Yang dimaksud dengan “dibelenggu” merupakan suatu ungkapan akan ketidak-mampuan setan untuk menggoda dan
menyesatkan manusia. Jika ada pertanyaan, mengapa masih banyak terjadi
kemaksiatan pada bulan Ramadan?
Bukankan setan-setan
yang biasa menggoda manusia telah dibelenggu? 
Berdasarkan pengertian di atas, para ulama menjawab pertanyaan tersebut
dengan empat jawaban:
Pertama,
Dibelenggunya setan hanya berlaku bagi mereka yang melakukan ibadah shaum dengan penuh keikhlasan.

Kedua,Yang dibelenggu hanya sebagian setan saja, yaitu setan yang
membangkang sebagaimana dijelaskan di atas.

Ketiga, Yang dimaksud adalah
berkurangnya tindak kejahatan atau perilaku maksiat. Dan hal tersebut dapat
kita rasakan meskipun masih terjadi tindak kejahatan atau kemaksiatan tapi biasanya tidak sebanyak di bulan-bulan
lainnya.

Keempat, Tidak mesti dengan dibelenggunya setan maka kemaksiatan akan hilang atau terhenti, karena masih ada sebab-sebab lainnya selain setan. Bisa jadi kemaksiatan tersebut timbul karena sifat jelek manusianya, adat istiadat yang rusak, lingkungan masyarakat yang sudah bobrok, serta kemaksiatan tersebut bisa juga disebabkan oleh setan-setan dari golongan manusia.
4. Terhalangi
dari Mencuri Dengar Berita dari Langit
Sedangkan pendapat lainnya lagi seperti apa yang dikatakan
oleh Al-Hulaimi, di mana beliau  berpendapat bahwa yang
dimaksud dengan setan-setan di sini adalah setan-setan
yang suka mencuri berita dari langit. Malam bulan Ramadan adalah malam turunnya
Al-Quran, mereka pun terhalangi untuk melakukan dengan adanya “belenggu” tersebut. Maka akan menambah penjagaan sehingga setan-setan
tersebut tidak mampu melakukannya lagi.

[Lihat Fathul
Bari IV/ 114-115, ‘Umdatul Qari X/386 dan Ikmalul Mu’lim IV/6
]
Nah, merujuk
pada keterangan di atas, Anda bisa menyimpulkan sendiri, di mana posisi
“Setan Gundul” itu…!!!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *