KH A Suyuthi Abdul Qadir: Sang Pembaharu (Mujaddid)

Ilustrasi foto (Bangkit Media)
Penulis: Jamal Ma’mur Asmani
Atorcator.Com – Dr. M. Ghufran, M.Ag, Dosen Pasca Sarjana IAIN Salatiga yang
juga alumnus Madrasah Raudlatul Ulum Guyangan Dan putra Salah satu guru
Guyangan, yaitu KH Ma’ruf, dalam dialog interaktif “Menggaungkan Kembali
Perjuangan KH A Suyuthi Abdul Qadir” di Salatiga yang diselenggarakan
IKAMARU Nusantara menyatakan:
KH A Suyuthi Abdul Qadir adalah sosok Pembaharu yang
membangkitkan semangat Kebangkitan Islam di Guyangan khususnya Dan Kabupaten
Pati pada umumnya. Guyangan yang dulunya masih belum mengenal Agama berubah
menjadi Guyangan sebagai Pusat Ilmu Dan Peradaban yang menjadi lumbung
kaderisasi Penerus perjuangan Islam ala Ahlussunnah Wal Jamaah.
KH A Suyuthi Abdul Qadir berperan dalam menegakkan hujjah
(argumentasi Agama), baik yang normatif atau naqliyyah maupun yang rasional
atau aqliyyah. Hujjah ini baik yang berkaitan dengan tauhid kepada Allah atau
Nabi.
KH A Suyuthi Abdul Qadir juga berperan dalam penegakan ilmu
syara’ yang berkaitan dengan Tafsir, hadis, fiqh, Dan disiplin ilmu yang lain.
Beliau dalam konteks dedikasi sosial, melindungi orang-orang yang Harus
mendapat perlindungan, baik Muslim maupun nonmuslim.
KH A Suyuthi Abdul Qadir adalah kiai sejati karena menjadi
sosok Ulama yang mengamalkan ilmunya, konsisten dengan sifat-sifat mulia, Dan
memahami masyarakatnya, sehingga eksistensinya diakui Dan didukung masyarakat
dengan sepenuh hati.
KH A Suyuthi Abdul Qadir menjadi sosok Ulama teladan yang
berhasil membuang sifat ananiyyah yakni sifat yang menonjolkan ego pribadi
melebur dalam sifat nahnuniyyah yakni sifat yang mengedepankan kepentingan
bersama.
Hal ini ditegaskan dalam Alfiyyah Ibnu Malik
للرفع
والنصب والجر نا صلح كاعرف بنا فإننا نلنا المنح
Nahnu atau Kita adalah nilai nilai yang tidak menempatkan
kepentingan pribadi sebagai obsesinya tapi nilai nilai yang mengedepankan
kepentingan kolektif, sehingga seseorang akan Selalu aktif berjuang Demi
kemajuan bersama, meskipun posisinya tidak menjadi pemimpin struktural. Di
manapun posisinya, perjuangannya Selalu didedikasikan untuk orang lain yang
dilalukan dengan ikhlas.

Semoga Kita mampu meneladani perjuangan KH A Suyuthi Abdul
Qadir, Amin.

  • Jamal Ma’mur Asmani Direktur Lembaga Studi Kitab Kuning (LESKA) Pati Jawa Tengah

Related Posts