Wali Allah yang Diberikan Rahmat Sebab Bersedekah

Penulis: Moh. Syahri

Atorcator.Com – Sedekah memang merupakan sebuah perkara sunnah. Namun, dibalik kesunnahan
bersedekah, ternyata terdapat banyak pelajaran yang luar biasa dan hikmah-hikmah yang bisa diambil pelajaran.

Contoh, Imam Ghazali, berdasarkan cerita, Imam Ghazali masuk surga bukan karena banyak beribadah dan banyak mengarang kitab. Akan tetapi, Dikarenakan dia membiarkan seekor lalat meminum tinta ketika dia sedang menulis sebuah kitab.

Selain belas kasih seorang Al-Ghazali, juga bisa dikatakan sebuah bentuk sedekah Al-Ghazali kepada makhluk. Sedekah itu muncul dari belas kasih seseorang kepada makhluk. Kebaikan baik berbentuk sedekah dan lain-lain itu tidak punya alamat dan rahim. Berbuatlah baiklah kalian kepada sesama makhluk Allah, tanpa harus meributkan identitas mereka.

Sedekah memang suatu hal yang sangat mudah tapi sulit untuk bisa dilakukan. Bayangkan, Rasulullah sudah jelas-jelas bersabda bahwasanya “senyum kalian bagi saudaranya adalah sedekah” (HR. Tirmidzi dan Abu Dzar). Tapi kenapa hal ini sangat sulit dilakukan? Padahal itu perkara mudah.

Maka dari itu, mari kita belajar dari wasiat Nabi kepada sayyidina Ali yang dikutip dari kitab Wasiatul Musthofa, h. 6

قال عليه الصلاة والسلام: يا على أن أولياء الله تعالى لم ينالوا سعة رحمة الله ورضوانه بكثرة العبادة ولكن نالو ها بسخا وة النفس والإستهانة بالدنيا، يا على السخي قريب من الله قريب من رحمته بعيد من عذابه والبخيل بعيد من الله بعيد من رحمته قريب من عذابه

Rasulullah Saw bersabda: Wahai Ali, sesungguhnya wali atau kekasih Allah itu tidak bisa mendapatkan keluasan kasih sayang Allah dan keridhaan Allah dengan banyaknya ibadah, akan tetapi dengan murahnya hati dan menganggap dunia (kekayaan harta) itu hina, sehingga perlu untuk selalu dibagi kepada sesama makhluk Allah. Wahai Ali, orang yang murah hati itu dekat dengan Allah, dekat dengan kasih sayang Allah, dan jauh dari siksa Allah. Sedangkan orang pelit itu jauh dari Allah, jauh dari kasih sayang Allah, dekat dengan siksa Allah.

Dengan demikian, hadis ini menjelaskan bahwa banyaknya ibadah dan amaliah tidak menjamin keselamatan dirinya kelak di akhirat, maka perlu untuk terus melatih diri agar hati ini selalu diberikan keterbukaan dalam berbuat baik, bersedekah kepada sesama makhluk Allah. Dan selalu memohon rahmat dan keridhaan kepada Allah.

______________________________

  • Moh. Syahri Founder Atorcator.com | pernah nyantri di Pondok Pesantren Darul Istiqomah Batuan Sumenep Madura

Related Posts