29/03/2020

Cara KH. Hasyim Muzadi Membimbing Habib Rizieq

Penulis: Abdi Kurnia Djohan
Sabtu 5 Oktober 2019

Atorcator.Com – Abah K.H.
Hasyim Muzadi
 mengungkapkan keprihatinannya melihat cara-cara yang
dipakai Habib Rizieq Shihab dan FPI di dalam memberantas kemungkaran. Namun, di
balik keprihatinannya itu, Abah Hasyim tetap yakin bahwa ada sisi lembut dari
Habib Rizieq yang bisa disentuh. Sehingga, ke depannya nanti, menurut keyakinan
Kiai Hasyim, Habib Rizieq mau dengan suka rela mengubah gaya dan narasi
dakwahnya.

Untuk mewujudkan keprihatinannya
itu, Kiai Hasyim tidak ingin melempar pernyataan di media massa karena khawatir
akan menjadi bola liar. Bisa jadi pernyataan yang maksudnya menasihati Habib
Rizieq akan diubah oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, menjadi
pernyataan yang memancing permusuhan di antara Kiai Hasyim dengan Habib Rizieq.
Kiai Hasyim Muzadi memang dikenal tidak suka memancing kontroversi.

Tanpa diketahui banyak pihak,
termasuk Habib Rizieq sendiri, Kiai Hasyim Muzadi mendatangi kediaman Habib di
Petamburan. Kunjungan mantan Ketua Umum PBNU ini memang sengaja dilakukan
bersamaan dengan pengajian rutin FPI di kediaman Habib Rizieq.

Tentu saja, kunjungan ulama besar
itu sontak membuat Habib Rizieq kaget. Dalam bayangan Habib Rizieq, sejak
menyatakan “berlawanan dengan Gus Dur”, tidak mungkin ada tokoh NU yang mau
menyambanginya. Tapi, ternyata bayangan Habib Rizieq itu keliru. Kunjungan Kiai
Hasyim Muzadi itu sedikit mencairkan ketegangan di antara FPI dan NU.

Singkat cerita, komunikasi pun
terbangun. Sikap keras Habib Rizieq “luluh” di hadapan Kiai Hasyim. Bahkan,
Habib Rizieq rela dikritik Kiai Hasyim. Dalam forum Reboan yang diadakan pada
tahun 2013, Kiai Hasyim di hadapan Habib Rizieq mengatakan bahwa Habib Rizieq
ini pada dasarnya orangnya baik. Cuma karena beliau keturunan Arab, beliau gak bisa
bedakan antara merangkul dan mithing (Jawa: melingkar tangan di leher
orang lain sehingga orang merasa tercekik). Kontan, sindiran Kiai Hasyim itu
membuat semua yang hadir tertawa, termasuk Habib Rizieq sendiri.

Di dalam obrolan dengan saya, Kiai
Hasyim Muzadi mengatakan bahwa mengarahkan gaya amar ma’ruf dan nahyu
munkar yang digunakan Habib Rizieq ini butuh waktu yang tidak pendek.
Sebagai orang yang lebih tua, beliau mengatakan punya kewajiban untuk
membimbing Habib Rizieq.

Apa yang dilakukan Kiai Hasyim
terbukti efektif bisa mengubah gaya Habib Rizieq walaupun belum sepenuhnya.
Atas arahan Kiai Hasyim, Habib Rizieq pun mulai mengkaji Pancasila dan
Konstitusi. Dan pandangannya terhadap NU pun mulai berubah. Namun sayang,
takdir berkata lain. Allah memanggil pulang Abah Kiai Hasyim Muzadi. Tugasnya
untuk membimbing Habib Rizieq belum paripurna ditunaikan. Habib Rizieq pun
terpukul dengan kepulangan Kiai Hasyim. Setelah jasad Kiai Hasyim dikuburkan,
Habib Rizieq terlihat menangis sejadi-jadinya di dalam doa.

Dari kisah itu, saya mencatat hikmah
yang bisa kita ambil bersama,

1. Dari paparan itu, Kiai Hasyim Muzadi
mengajarkan kepada generasi selanjutnya untuk menjadi orang yang berani memberi
solusi walaupun tindakannya tidak populer;

2. Sebaik-baik tindakan itu adalah
memperbaiki dari dekat. Anda boleh berpendapat bahwa pengurus NU saat ini tidak
bisa menjalankan fungsinya secara ideal. Tapi, apa artinya kegelisahan anda itu
jika hanya dituangkan menjadi nyinyiran dan ejekan di media sosial (seperti facebook).
Pernahkah anda berusaha datang ke Gedung PBNU lt 3 berjumpa dengan Ketua Umum,
Sekretaris Jenderal atau Rois Aam atau Rois Syuriah, untuk menyampaikan
kekecewaan anda?

2. Abah Kiai Hasyim Muzadi sudah
mengajarkan jika memang kita tidak setuju dengan tindakan seseorang, datangi
orang itu dan sampaikan kritik secara langsung di hadapan orangnya. Itu
pertanda bahwa kita memang ingin orang itu menjadi lebih baik.

3. Namun, jika ketidaksetujuan itu
hanya diungkap di media sosial, lalu mengundang siapa saja untuk memberi
komentar, tanpa ada satu pun solusi yang ditawarkan, saya katakan bahwa jelas
anda memang punya maksud buruk di balik ketidaksetujuan itu.

*Tulisan ini sebelumnya dimuat di BincangSyariah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *